ARTIKEL TERKINI

SUNNAH

SYIAH

SASTERA

EBOOK

Sunday, 7 July 2013

SYIAH SEDANG MENGULANGI SEJARAH HITAM MEREKA. KALI INI ATAS NAMA DEMOKRASI.

Oleh : UKT

Syiah Mengulangi Sejarah – Satu tahun terakhir ini, dunia Arab dihebohkan dengan berita-berita penggulingan penguasa-penguasa di beberapa negaranya; Tunisia, Mesir, Yaman, Libya, Bahrain, dan Suriah, sebagian besar berhasil dijatuhkan. Alasannya adalah kerana pemimpin-pemimpin itu gagal mensejahterakan rakyatnya, mereka sibuk memperkaya diri mereka, dan menikmati kekuasaan sepanjang hidup mereka. Banyak suara yang pro dan kontra beranggapan pengulingan penguasa-penguasa 'mutlak' ini, adalah atas alasan demokratisasi Arab, kebebasan, hak asasi, bahkan atas nama agama.

Banyak orang-orang yang dianggap tokoh agama memprovokasi rakyat agar terbakar semangat mereka dan menjanjikan adanya pahala atas apa yang mereka lakukan, apabila berhasil menjatuhkan penguasa-penguasa tersebut. Demikian pula banyak tokoh sekular yang merekayasakan kebebasan dan anti autokratik. Namun pada kesempatan kali ini kita tidak membicarakan permasalahan politik, kita fokuskan perbicaraan ini kepada suatu kelompok yang memanfaatkan banyak peluang disebalik huru-hara yang terjadi ini bagi menguatkan cengkaman 'kuku-kuku racun mereka' yang di kawasan Timur Tengah. Sebuah kelompok yang dicitrakan sebagai pahlawan, namun mereka sebenarnya musuh dalam selimut yang siap untuk menerkam. Dan kelompok tersebut adalah kelompok Syiah.

Sejarah Pengkhianatan Syiah

Syiah bukanlah kelompok yang baru hadir di dalam lingkungan umat Islam. Kelompok ini telah memiliki sejarah yang panjang hampir seusia sejarah Islam itu sendiri. Virus pemikiran ini muncul di akhir pemerintahan Khalifah al-Rasyid, Utsman bin Affan. Pada waktu itu seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam yang bernama Abdullah bin Saba’ telah melakukan provokasi dengan meminta umat Islam untuk memberontak kepada Khalifah Utsman bin Affan sehingga menyebabkan terbunuhnya Utsman. Kemudian pada zaman Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Saba telah mengajak umat Islam memuja-muja Ali dengan mengatakan bahawa Ali lah yang semestinya menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam dan bukannya Abu Bakr. Abdullah bin Saba’ lah orang yang melahirkan ajaran Syiah dan berhasil mewujudkan perpecahan di barisan kaum Muslimin.

Pada masa kini, wujud pendapat yang menyatakan individu-individu yang keras memerangi Syiah dikatakan sebagai pemecah belah kesatuan umat Islam dan agen Yahudi, adalah sebaiknya mereka ini membaca semula sejarah Islam yang ditulis oleh para ulama yang yang amanah. Malah hendaklah mereka menjauhkan diri dari membaca karya yang dihasilkan oleh para Orientalis yang khianat dengan cuba menyatakan Syiah adalah sebahagian daripada Islam.Berikut kami tampilkan sedikit sejarah Syiah ketika mereka mula menjelma dalam kesatuan umat Islam.

Pada masa kekhalifahan Abassiyah tercatatlah sebuah masa yang kelam dalam sejarah Islam, iaitu masuknya tentara Tatar ke Kota Baghdad yang mengakibatkan jatuhnya Baghdad ke tangan Tatar. Jumlah korban yang tercatat tatkala kejadian itu benar-benar luar biasa besarnya. Ibnu Katsir menyatakan, “Orang-orang berbeza pendapat mengenai jumlah kaum Muslimin yang terbunuh di Baghdad dalam peristiwa ini. Ada yang mengatakan 800.000 orang, ada yang mengatakan 1juta 8ratus ribu mangsa, dan ada pula yang mengatakan jumlahnya mencapai dua juta orang. Mangsa-mangsa yang terkorban berada di jalanan bagaikan tanah-tanah yang membukit. Ketika hujan turun, mayat-mayat mereka segera berubah dan bangkai-bangkai mereka mengeluarkan bau busuk ke seluruh penjuru kota. Udara menjadi tercemar dan menjadi wabak penyakit yang luar biasa. Wabak berkenaan merebak dan berterbangan di udara sehingga ke negeri Syam. Banyak orang meninggal dunia akibat perubahan cuaca dan tercemarnya udara. Semua orang menderita akibat kenaikan harga barang, wabak penyakit, kematian, pembunuhan, dan penyakit tha’un (Taun). Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya lah kita kembali.” (Bidayah wan Nihayah oleh Ibnu Katsir, 13:203).

Mengapa sampai sebegini banyak yang terkorban diatas kekejaman orang-orang Tatar? Mengapa dengan mudahnya mereka ini menembusi Kota Baghdad tanpa sebarang penentangan? Padahal Baghdad adalah pusat pemerintahan. Apakah Dinasti Abbassiyah begitu lemah sehingga tidak mampu berbuat apa-apa?

Jawabnya adalah Hulagu Khan memiliki seorang talibarut di Baghdad yang berada di posisi yang sangat strategik dalam pemerintahan Abbassiyah. Seorang menteri yang bernama Muayyiduddin Abu Thalib Muhammad bin Ahmad al Qami, Menteri dari Khalifah Abbassiyah, Mu’tashim Billah.

Mu’tashim Billah melakukan kesilapan yang besar apabila dia mengangkat seorang Syiah, Ibnu al Qami dalam kabinet pemerintahannya. Dia menjadikan Ibnu al Qami setaraf seorang Perdana Menteri. Dia bukanlah seorang menteri yang dapat dipercayai dan dapat diharapkan. Dialah yang memudahkan jalan pasukan Tatar memasuki Baghdad sehingga membunuh sejumlah besar manusia di kota berkenaan.

Dengan keberadaan Al-Qami dalam jabatan yang strategik, Al Qami memulakan langkahnya dengan melemahkan kekuatan ketenteraan Abbassiyah. Dia memotong gaji para tentera, mengurangi seruan untuk berjihad, malah jumlah tentera pun disusutkan. Akibatnya lemahlah pertahanan Abbassiyah. (Bidayah wan Nihayah oleh Ibnu Katsir, 13:235)

Langkah berikutnya, dia mulai berkonspirasi dengan Tatar, memujuk mereka untuk mengadakan perluasan kuasa, dia menceritakan hal-hal yang terjadi di Abbassiyah malah membuka rahsia kelemahan tentera khalifah. (Bidayah wan Nihayah oleh Ibnu Katsir, 13:235). 

Dia juga mempengaruhi khalifah agar terus menunda memerangi pasukan Tatar. Setelah itu terjadilah apa yang terjadi. Ramai yang terbunuh, sehingga di antara mereka berharap untuk tidak dilahirkan pada waktu itu, kerana tak tahan melihat banyaknya korban yang terbunuh.

Bagaimana pula dengan kisah Abu Thahir al Qaramithi, seorang Syiah yang menyerang dan membunuh jemaah haji di Ka'bah, Makkah, pada hari tarwiyah pada tahun 317 H. Dia telah menimbus telaga zam-zam, mengoyak-ngoyak kiswah (kelambu Ka'bah), dan mencabut Hajar Aswad lalu mengatakan, “Dimanakah burung-burung yang banyak itu (ababil)?” kemudian Hajar Aswad dibawa ke negaranya (Yaman) sampai tahun 339 H. (Al Bidayah wa an Nihayah, 11:160-161 dan Al Kamil fi Tarikh, 7:53-54).

Demikian juga percubaan membunuh seorang pahlawan Islam, Salahudin al Ayyubi atau Saladin. Orang-orang Syiah tentunya tidak akan lupa bagaimana Salahudin melenyapkan daulah Syiah, Daulah Fathimiyah. Beberapa kali Syiah menyerang dan melakukan pembunuhan bagi membalaskan dendam dan merebut kembali kekuasaan. Terlalu panjang untuk kami huraikan satu per satu makar-makar yang dibuat oleh Syiah sepanjang sejarah Islam. Bagi yang menginginkan pembahasan secara mendalam, silalah baca buku-buku sejarah klasik seperti Al Bidayah wa An Nihayah dan As Suluk li Ma’rifati Dual al Muluk.

Sejarah Berulang

Pada era modern ini, makar Syiah pun tak kalah hebat dari apa yang telah nenek moyang mereka lakukan terhadap umat Islam. Mereka tetap menumpahkan darah dan membuat onar. Perhatikanlah di negara-negara yang memiliki komuniti Syiah, pasti terjadi konflik politik, terjadi pembunuhan, rampasan kuasa, dan penodaan kehormatan. Di antaranya:

Lebanon


Kita tentu masih ingat, bagaimana Hizbullah yang berideologi Syiah ini dianggap pahlawan, pejuang pemberani, dan pembela umat Islam dari makar Yahudi. Peperangan antara Hizbullah dan Yahudi yang menduduki tanah Palestin, di antaranya terjadi pada bulan julai 2006. Peperangan di berlatarbelakanh aksi ala hero gerila Hizbullah yang berani menculik 2 tentera Yahudi demi sebuah tujuan “mulia”, yakni mengadakan perbincangan dengan Yahudi untuk menukar tahanan. Sebuah aksi kepahlawanan bukan? Ternyata Yahudi 'menjawab' tindakan Hizbullah itu dengan mengamuk dan menyerang kawasan Sipil di Lebanon. Selama 34 hari mereka mengebom perkampungan masyarakat Ahlussunnah di Lebanon. Lalu muncul pertanyaan disitu, Hizbullah Syiah yang melawan Yahudi, tetapi mengapa 1000 lebih yang terkorban itu dari masyarakat Ahlussunnah atau bukan Syiah?

Bahrain

Krisis yang terjadi di Timur Tengah ini dimulai dengan keberhasilan demonstrasi anti pemerintah yang menggulingkan Zainal Abidin Ben Ali di Tunisia, lalu memberi inspirasi kepada warga negara Arab yang lainnya. Ben Ali yang sangat lama memerintah dianggap gagal memenuhi harapan rakyat serta menyebabkan rakyat hidup dalam kemiskinan. Kemudian hal serupa terjadi di Mesir, akhirnya Hosni Mubarak turun dari singgasana.

Secara tiba-tiba pergolakan itu pun muncul di Bahrain yang majoriti penduduknya berideologi Syiah (70%), namun dipimpin oleh Ahlussunnah yang minoriti (30%). Pergolakan ini sangat ketara dengan keinginan Syiah untuk merebut tampuk kekuasaan. Sedangkan pemerintah yang bermazhab Ahlussunnah di Bahrain cukup berhasil mensejahterakan rakyatnya. Bahrain termasuk negara yang memperlihatkan perkembangan ekonomi terpesat di dunia. Pendapatan perkapita mereka adalah USD 33.85 juta. Bahrain juga tidak mengekang rakyatnya dan dikatakan sebagai salah satu negara paling bebas dikawasan Teluk. Dalam bidang sukan, negara ini juga mampu menganjurkan pertandingan bertaraf antarabangsa. Ini menunjukkan potensi ekonomi yang dimiliki oleh Bahrain sangat besar. Dengan demikian, pergolakan untuk menggulingkan pemerintah di Bahrain sama sekali tidak mempunyai landasan yang jelas, kecuali keinginan Syiah untuk berkuasa di wilayah tersebut. Bagi mereka, kekuasaan di Bahrain dengan segala kekayaan yang dimilikinya akan memudahkan mereka menyebarkan ideologi Syiah di tanah Arab, bahkan diseluruh dunia lalu meneruskan cita-cita pada saat revolusi Iran.

Yaman

Makar Syiah terhadap Ahlussunnah pun terjadi di Yaman. Pasukan Gerila Houthi yang berideologi Syiah Itsna Asyariyah seperti Iran, memanfaatkan situasi pemerintahan yang lemah. Mereka memerangi Ahlussunnah di wilayah So’dah di kota Damaj dengan alasan hendak menjadikan wilayah tersebut 100% dihuni oleh orang-orang Syiah. Sedangkan orang-orang Ahlussunnah tidak mengancam keberadaan mereka disana. Mereka mengadakan pemboikotan, memutuskan perhubungan kawasan So’dah dengan wilayah lainnya, dan dengan bantuan Iran, mereka memerangi penduduk So’dah. Mereka membunuh Ahlussunnah, baik anak-anak, perempuan, mahupun orang tua, mereka tidak pandang bulu.

Suriah / Syria


Berlainan di Bahrain yang menyaksikan Syiah yang majoriti tetapi ahli sunnah mengawal negara berkenaan, di Suriah, keadaan sebaliknya. Syiah yang minoriti menguasai kepimpinan negara dan ketenteraan manakala ahli sunnah hanya menjadi rakyat awam yang biasa. Untuk maklumat lanjut, anda boleh memeriksa sendiri situasi di Suriah di laman-laman internet yang lain.

Kesimpulannya, kehadiran Syiah di tengah-tengah kaum muslimin selalu menimbulkan kesan negatif. Perpecahan antara umat Islam, rosaknya stabiliti keamanan, pembunuhan, dan lain-lain. Ketika mereka masih lemah, mereka menampakkan persatuan, penyatuan dan toleransi. Namun ketika kuat, mereka mengambil peluang untuk membunuh ahli sunnah. Dan dapat dilihat, tatkala 'Taqrib' (Penyatuan) mahu diadakan, mereka akan ke negeri-negeri ahli sunnah yang terdapat Syiah di dalamnya. Kenapa tidak bermula di negara mereka sendiri seperti di Iran? Jawapannya mudah, kerana mereka tidak memerlukan penyatuan dengan ahli sunnah di negara yang sudah majoriti Syiah. Mereka hanya mahukan 'perhubungan' dengan Syiah di negara ahli sunnah agar mereka boleh menyusun strategi untuk menghancurkan ahli sunnah dari dalam.

4 comments:

  1. Bah. pertama:

    Memang ajaran puak Syiah harus jangan merebak di Malaysia, tetapi ini tidak bermakna kita umat Islam, dari berlainan Mazhab mesti berbunuh sesama sendiri. Ini juga bertujuan, hendak mengalih perhatian dari Pertubuhan evangelis Kristian Zionis yang sedang giat MENGKRISTIAN-MENGYAHUDIkan yang Islam dan bukan Islam, termasuk penganut Kristian traditional biasa, di Malaysia ini dan seluruh dunia Islam - yang perlu ditundukkan segera(fahaman evangelis Kristian Zionis ialah doktrin gabungan Kristian Protestant palsu dan pengganas Yahudi Zionis untuk menjatuhkan Islam, dan menjajah Palestin selamanya untuk memecahbelahkan PUSAT Islam di Timur Tengah, termasuk Mekah di masa hadapan dan seluruh negara-negara Islam yang kaya minyak-gas). Pertubuhan PENGGANAS Kristian Zionis, juga sudah menyamar sebagai gereja biasa, NGO-NGO alam sekitar ataupun kononnya nak menolong hak asasi orang miskin/teraniaya, syarikat korporat termasuk syarikat perumahan, atau sebagai perhimpunan peribadi di rumah-rumah dan kawasan perumahan, yang banyak tidak berdaftar.

    Kerana, bila umat Islam berpecah dan berbunuh sesama sendiri, yang ketawa macam SYAITAN durjana ialah penjajah laknat Barat-Israel dan sekutu kuat mereka!

    Dengan politik Barat-Israel yang lebih ganas di zaman ini, melalui sekutu DAP/PKR mereka, bumi kita ini sebagai warisan dan korban berzaman (dari sebelum dijajah British lagi) nenek moyang BUMIPUTERA Melayu/Islam dan BUMIPUTERA lain, pun makin tergadai kepada geng-geng samseng DAPigs/PKR termasuk, samada dari kongsi gelap atau pengikut puak evangelis Kristian Zionis yang ditaja CIA-MI6-Mossad-NATO!

    Pertubuhan Kristian Zionis ini yang makin berkembang di Malaysia sebenarnya adalah senjata politik yang amat merbahaya dipergunakan oleh CIA-US/MI6-UK/Peranchis/Jerman/Israel-Mossad/EU-NATO (di Malaysia melalui sekutu mereka, DAP/PKR) untuk menjajah negara-negara atau tanah Islam yang kaya minyak-gas/sumber asli lain/tanah subur (untuk pertanian syarikat global GM US-Mosanto yang diharamkan di EU sebab boleh menyebabkan penyakit kanser dll).

    Jadi fahaman Kristian Zionis digunakan untuk cuba memecahbelahkan orang Islam termasuk dengan menubuhkan pejuang 'jihad' (yang sebenarnya diketuai bukan Islam Kristian Zionis, yang merupakan ejen-ejen CIA-MI6-Mossad-NATO (ramai yang bekas Islam, atau masuk Islam dan asal dari negeri/kawasan yang disasarkan untuk dijajah, contohnya bangsa Timur Tengah atau Asia - sebab mereka akan tahu bahasa Arab/tempatan dan Islam), tetapi MENYAMAR sebagai orang Islam untuk melagakan dan memperdayakan contohnya Shiah-Sunni sampai berbunuh sesama sendiri atau dibunuh amat kejam pejuang 'jihad' pengganas bukan Islam itu, seperti di Libya, Syria, Somalia, Afghanistan, selatan Thailand/Filipina dan Iraq, dan kemudian di Nigeria, Lebanon, Iran dan lain-lain, termasuk Malaysia ini contohnya bermula dengan Sabah baru-baru ini. Kerana, penjajah Barat-Israel melalui sekutu DAP/Bukan Islam PKR mereka, ingin menjadikan Malaysia dan Indonesia, sebagai satu lagi Israel (Israel Timur) tetapi di Asia, sebab Singapura terlalu kecil dan tidak ada minyak-gas bertimbun macam Malaysia terutamanya di Malaysia Timur, dan juga Indonesia, yang juga kaya dengan minyak-gas untuk dikuasai!

    MAKCIK Tempurung – Pertahan Islam dan umatnya, UMNO/PM/Raja-Raja Melayu/K‘jaan BN, hak BUMIPUTERA Melayu dan BUMIPUTERA lain; dan hak orang miskin dari semua bangsa yang hormat Islam, dan bangsa dan hak Bumiputera.
    (PERHATIAN TERBARU: ada PENYAMUN penakut disyaki dari PENGGANAS/SAMSENG DAPigs/PKR/Red Piggybeans militia durjana yang sekarang meniru gelaran saya sebagai "Pakcik/MAKCIK Tempurung/Temporung" untuk mengelirukan pembaca - mereka juga telah menyamar dengan identiti dan tulisan saya kononnya saya benci dan nak menggulingkan PM kita, dan juga saya seolah bersikap lucah, dan saya telah repot terus ke KDN dan Wanita UMNO!)

    ReplyDelete
  2. Bah. kedua:

    Juga penjajah Barat-Israel ini mahu menghasut anak-anak muda Islam yang Sunni, menjadi pengganas 'jihad', contohnya menyertai penjajahan Barat-Israel di Syria sekarang - yang kononnya untuk menumbangkan kerajaan Shia-Alawit Assad, tetapi sebenarnya untuk menguasai minyak-gas Syria, Lebanon dan Iran serta seluruh Golan Heights Syria yang separuh sudah dijajah Israel, yang amat subur serta penuh minyak-gas.

    Maka, dengan berkembangnya puak Kristian Zionis ini bawah DAP/PKR, habislah anak-anak muda BUMIPUTERA Melayu dan BUMIPUTERA lain, terutamanya yang Islam DIKRISTIANKAN dan
    direkrut jadi macam DAP/PKR punya PENGGANAS/SAMSENG/GENG KONGSI GELAP/PENAGIH DADAH/SIGILA SEKS TERMASUK GILA SEKS HOMOSEKSUAL DAN PORNOGRAFI!

    Dan ramai yang Bukan Bumiputera PKR pula menyokong DAP tetapi tidak mahu terdedah sebab hendak terus membodohkan penyokong Melayu/Islam PKR dan PAS, untuk menyembunyikan rahsia mereka ini sebagai Kristian Zionis. Bahkan saya syak puak Kristian Zionis ini makin rancak dengan menyamar sebagai yang disebut di atas, di pendalaman Sarawak/Sabah, di perkampungan Orang Asli dan orang India miskin di perkampungan estet, serta flat-flat di bandar ,untuk mempastikan lebih ramai Bumiputera/Bukan Bumiputera yang dikristiankan akan mengundi DAP/PKR di pilihanraya akan datang!

    Maka, jabatan DAKWAH Islam, mesti lebih kuat berusaha, terutamanya di perkampungan Orang Asli dan di pendalaman Sabah dan Sarawak, dan kawasan perumahan termasuk kawasan flat untuk orang miskin/sederhana, serta sebanyak mungkin NGO-NGO Islam oleh NGO-NGO Melayu dan Bumiputera lain, di bawah payung UMNO/JAKIM/YADIM/JAIS. Jangan berlengah lagi – masjid mesti dibina di setiap kampung dan kawasan perumahan untuk berdakwah dan berbuat kebajikan; serta sistem ZAKAT perlu dipermudahkan untuk bantu orang Islam miskin dan teraniaya.

    MAKCIK Tempurung – Pertahan Islam dan umatnya, UMNO/PM/Raja-Raja Melayu/K‘jaan BN, hak BUMIPUTERA Melayu dan BUMIPUTERA lain; dan hak orang miskin dari semua bangsa yang hormat Islam, dan bangsa dan hak Bumiputera.

    ReplyDelete
  3. bah- Ketiga:

    Juga, setiap kawasan perumahan di seluruh negara, melalui penggubalan undang-undang mesti ada kuota tinggi untuk Bumiputera dan yang miskin, dan orang Islam, kerana ini negara Islam dan kita makin ditindas di negara sendiri. Saya masih ingat tentang perkampungan Rungus yang majoritinya Kristian, di Kudat. Tetapi, terkejut saya namun amat gembira, melihat ada juga yang dah masuk Islam dan meraikan Hari Raya dengan meriah, Mereka dengan bantuan UMNO/JAKIM, menjemput semua orang kampung termasuk yang Kristian dari rumah panjang, untuk menyambut Hari Raya; dari situ terus mereka mengenali Islam! Namun, saya lihat usaha DAKWAH ini telah berkurangan.

    Dulu saya tersilap, risau kalau Malaysia di banjiri pelarian! Tapi, memang wajib Malaysia sebagai NEGARA ISLAM ambil mana-mana pelarian Islam (pastikan mereka betul-betul Islam), apalagi masyarakat Rohingya dan selatan Thailand memang makin dibunuh dengan kejam, oleh PENGGANAS yang disyaki di taja oleh CIA-Mossad-MI6; yang sebagai biasa menggunakan agama sebagi senjata untuk membunuh orang Islam dan menawan tanah mereka (disyaki puak Kristian Zionis yang menyamar sebagai kaum Buddha, mengetuai dan menghasut penganut Buddha untuk membunuh kaum Islam Rohingya dan selatan Thailand). Sebabnya negeri yang majoriti kaum Islam Rohingya, Rakhine dan selatan Thailand penuh minyak-gas.

    Dan di Barat-Israel, termasuk di Eropah dan Amerika Utara terutamanya di Jerman, mereka terang-terangan mengamalkan polisi mengambil hanya pelarian Kristian sekarang, contohnya dari Syria. Dan di Israel, dibawa puak Yahudi, dari seluruh dunia. Maka, si HIPOKRIT ganas dari negeri-negeri Barat-Israel ini tahu nak paksa negara Islam amalkan ala Barat, demokrasi, hak asasilah, persamaan hak semua bangsa, jantina dan agamalah, hak asasi homoseksuallah dan segala macam lagi sampah PENIPUAN mereka - tapi jangan haraplah mereka lakukan secara mutlak (absolute), di Barat-Israel, kecuali kalau jaga yang homoseksual belebih-lebih sampai rakyat dia pun ramai dah marah! Dan merekalah yang terus membunuh umat Islam sesuka hati, seperti yang disebutkan di atas!

    Dan jangan ikut cakap si dalang dari UPKO yang sekarang galak nak suruh buat penarikan balik SEMUA IC dari pelarian-pelarian dan pekerja-pekerja Islam di Sabah – PM/KM Sabah/UMNO jangan tunduk!

    MAKCIK Tempurung – Pertahan Islam dan umatnya, UMNO/PM/Raja-Raja Melayu/K‘jaan BN, hak BUMIPUTERA Melayu dan BUMIPUTERA lain; dan hak orang miskin dari semua bangsa yang hormat Islam, dan bangsa dan hak Bumiputera.

    ReplyDelete
  4. Bunuh dulu kaum munafiq ie musuh islam dlm selimut maka keje bunuh kufur lg mudah...

    ReplyDelete

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PenaMinang.com tidak bertanggungjawab terhadap komentar yang diutarakan melalui ruangan ini. Ia pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pendirian sidang redaksi kami. Segala risiko akibat komen yang disiarkan menjadi tanggungjawab pemilik akaun sendiri.

Segala caci maki, kutukan, fitnah adalah antara anda dengan ALLAH Azza Wa'jal. Berilah komen dan kritikan yang membina. Insyallah kami akan cuba membalas komen-komen anda.

© 2008-2017 PM Institute