ARTIKEL TERKINI

SUNNAH

SYIAH

SASTERA

EBOOK

Thursday, 20 April 2017

RASULULLAH ﷺ TIDAK ADIL - KATA KHAWARIJ


Khawarij memang akan sentiasa memandang pemerintah ISLAM sebagai seorang yang tidak adil. Malah Khawarij sendiri pernah menyatakan Nabi Muhammad S.A.W (sebaik-baik pemimpin ISLAM) sendiri tidak adil (pada pandangan dangkal mereka- nauzubillah).

Bukti :

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, bahawa beliau berkata:

‘Ali pernah mengirim dari Yaman untuk Rasulullah, sepotong emas dalam kantong kulit yang telah disamak, dan emas itu belum dibersihkan dari kotorannya. Maka Nabi membahaginya kepada empat orang: ‘Uyainah bin Badr, Aqra’ bin Habis, Zaid al-Khail, dan yang ke-empat ‘Alqamah atau ‘Amir bin ath-Thufail. Maka seseorang dari para sahabatnya menyatakan:

“Kami lebih berhak dengan (harta) ini dibanding mereka.”

Ucapan itu sampai kepada Nabi, maka beliau bersabda:

“Apakah kalian tidak percaya kepadaku, padahal aku adalah kepercayaan zat yang ada di langit (yakni Allah), wahyu turun kepadaku dari langit di waktu pagi dan petang”.

Kemudian datanglah seorang laki-laki yang cekung kedua matanya, menonjol bahagian atas kedua pipinya, menonjol kedua dahinya, lebat janggutnya, botak kepalanya, dan tergulung sarungnya. Orang itu berkata:

“Takutlah kepada Allah wahai Rasulullah!”

Maka Rasulullah kemudian berkata: “Celaka engkau! Bukankah aku manusia yang paling takut kepada Allah?”

Kemudian orang itu pergi. Maka Khalid bin al-Walid berkata: “Wahai Rasulullah bolehkah aku penggal lehernya?”

Nabi berkata: “Jangan, dia masih solat (yakni masih muslim).”

Khalid berkata: “Berapa banyak orang yang solat dan ber-syahadah ternyata bertentangan dengan isi hatinya.”

Nabi berkata: “Aku tidak diperintah untuk meneliti isi hati manusia, dan membelah dada mereka.”

Kemudian Nabi melihat kepada orang itu, sambil berkata:

“Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini sekelompok kaum yang membaca Kitabullah (al-Qur’an) namun tidak melampaui kerongkong mereka (*yakni tidak faham makna aslinya). Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari (sasaran) buruannya.”

Dan saya kira beliau berkata:

“Jika aku menjumpai mereka, niscaya aku akan bunuh mereka seperti dibunuhnya kaum Tsamud.”

Dalam riwayat lain:

Ketika kami bersama Rasulullah, beliau sedang membahagi … tiba-tiba Dzul-khuwaishirah —seseorang dari Bani Tamim— mendatangi Baginda S.A.W kemudian berkata:

“Wahai Rasulullah, berbuat adil-lah!”

Rasulullah berkata: “Celaka engkau, siapa lagi yang akan berbuat adil jika aku sudah (dikatakan) tidak adil. Sungguh rugi dan rugi aku jika aku tidak boleh berbuat adil.”

Maka ‘Umar berkata: “Wahai Rasulullah izinkan saya untuk memenggal lehernya!”

Rasulullah menjawab:

“Biarkan dia. Sesungguhnya dia mempunyai pengikut, di mana kalian merendahkan (menganggap kecil) solat kalian dibanding solat mereka, saum (puasa) kalian dibanding saum mereka. Mereka membaca al-Qur’an tapi tidak sampai ke kerongkong mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari (sasaran) buruannya ….”

[Muttafaqun ‘aIaihi, HR. AI-Bukhari no. 3344, 3610, 4351, 4667,5058, 6163, 6931, 6933, 7432, 7562; Muslim no. 1064, 1065.]

…akan keluar dari keturunan orang ini suatu kaum yang mereka itu ahli membaca Al Qur’an, namun bacaan tersebut tidaklah melewati kerongkong mereka. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) agama seperti melesatnya anak panah dari (sasaran) buruannya. Mereka membunuhi ahlul-Islam dan membiarkan hidup (tidak mereka bunuh) ahlul-Autsan (orang-orang kafir). Jika aku sampai mendapati mereka, akan aku bunuh mereka dengan cara pembunuhan terhadap kaum ‘Aad.”

[Muttafaqun ‘aIaih, HR. AI-Bukhari 3344, Muslim 1064; Abu Dawud 4764.]

Kesimpulannya, khawarij akan sentiasa menyalak bagaikan anjing mengatakan pemimpin Islam itu dan ini tidak adil.

#JanganJadiKhawarij
#KhawarijAnjingNeraka

No comments:

Post a Comment

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PenaMinang.com tidak bertanggungjawab terhadap komentar yang diutarakan melalui ruangan ini. Ia pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pendirian sidang redaksi kami. Segala risiko akibat komen yang disiarkan menjadi tanggungjawab pemilik akaun sendiri.

Segala caci maki, kutukan, fitnah adalah antara anda dengan ALLAH Azza Wa'jal. Berilah komen dan kritikan yang membina. Insyallah kami akan cuba membalas komen-komen anda.

© 2008-2016 Pena Minang Institute