KISAH ORANG BUTA YANG CELAKA TAWAF DI KA'BAH


Ismail bin Hassan Al Qaisi menceritakan kepadaku dari Abdullah bin Marwan Al Quraisyi, dia berkata :

Ketika Ali bin Al Husain [1] sedang tawaf di Ka'bah, dia mendengar seorang lelaki yang mengucapkan, "Ya ALLAH, ampunilah aku, meski Engkau tidak akan melakukannya." Mendengar itu, Ali bin Al Husain berkata kepadanya, "Wahai hamba ALLAH, sungguh putus asamu lebih aku takutkan daripada dosamu."

Lelaki tersebut berkata, "Dulu aku bersama-sama dengan kumpulan yang mengepung rumah Utsman. Aku melayani teman-temanku dan memenuhi keperluan mereka. Suatu ketika aku datang lalu ada yang mengatakan kepadaku, 'Utsman telah mati'. Maka aku pun masuk ke rumahnya. Ternyata jenazahnya telah ditutupi kain, lalu aku membuka penutup wajahnya dan kudapati dia seperti tidur, kemudian aku mendudukkannya lalu menampar wajahnya. Tiba-tiba ada suara misteri dari dalam rumah berkata kepadaku, 'Apa yang engkau lakukan? Semoga ALLAH melumpuhkan tangan kananmu, membutakan matamu dan tidak mengampuni dosa-dosamu'. Lihatlah tangan kananku ini telah lumpuh dan mataku buta dan aku tidak tahu apakah ALLAH akan mengampuni dosaku atau tidak." [2]

____

[1] Yang dimaksudkan adalah Zainal Abidin yang disebut 'Ali Kecil / Ali Jr' untuk membezakan antara dia dengan saudaranya iaitu 'Ali Senior' yang mati terbunuh bersama ayahnya iaitu Al Husain dalam perang Thaff di Karbala. Zainal Abidin termasuk orang yang terkenal zuhud dan Wara'. Dia lahir dan wafat di Madinah. Al Husain cucu tidak memiliki nasab kecuali darinya. Dia wafat pada 94H (Al A'lam 5/86)

[2] Atsar ini dirawayatkan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (Utsman bin Affan, hlm. 458), akan tetapi yang meriwayatkannya Muhammad bin Sirin Rahimahullah.

Post a comment

0 Comments